ACKEE
(Blighia Sapida Konig)
Mengobati : Diabetes Mellitus / Kencing Manis
Belum dikenal di Indonesia. Pohonya tinggi 7-10m, berdaun majemuk berganda satu, anak daunnya selalu lebar, bertepi rata dengan uratnya yang jelas. Bunganya tidak terlalu kentara, kecil berwarna hijau terdapat di ujung ranting dan di ketiak daun dengan mahkota berbilangan lima kecil-kecil. Buahnya mencolok dalam satu tangkai berisi 6 sampai 7 buah. Bila buah tersebut masak, kulit buah akan berwarna masak, kulit buah akan berwarna kemerahan. Sebelum buah itu jatuh, kulit buah pecah-pecah pada ketiga kampuhnya, kemudian biji-bijihnya pun terlihat di ujung arillusnya (daging buah yang tidak membungkus biji secara sempurna). Pohon ini sangat cocok untuk pemakaian tanaman dan penghijauan kota, karena tidak menarik bagi anak-anak.
Khasiatnya :
Sebagai obat diabetes mellitus (kencing manis). Ambil 1 butir daging buahnya, rebus dalam 3 gelas air, tambahkan sebutir garam dapur. Rebus hingga tersisa 1 gelas, lali diminum setiap petang hari (1x). Periksa reduksi urine setiap 3 hari, dan setiap seminggu sekali periksa sakar darah (BSN).
Komposisi :
Daun, kulit buah, arilus dan bijinya mangandung gamma GT, hypoglycin A dan B. Senyawa-senyawa ini sebagian bisa mengakibatkan hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa dalam darah).
Gambar buah Ackee :
Komposisi :
Daun, kulit buah, arilus dan bijinya mangandung gamma GT, hypoglycin A dan B. Senyawa-senyawa ini sebagian bisa mengakibatkan hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa dalam darah).
Gambar buah Ackee :







Di Indonesia sudah dikenal, cuma belum populer. Tanaman ini di kota Kudus sudah ada sejak 2005 dan sampai sekarang berbuah terus. Bisa dilihat di sisi utara jalan Sunan Kudus.
BalasHapus